Drone Pertanian dan Sistem Hemat Air Dongkrak Panen Padi Konawe
Konawe, 6 Juli 2026 — Proses pemupukan padi yang biasanya memakan waktu lama, saat ini dapat dipangkas secara signifikan demi menghemat biaya operasional dan tenaga kerja petani. Melalui uji coba pengaplikasian pemupukan melalui daun menggunakan teknologi drone pertanian berkapasitas 30 liter air, lahan sawah seluas 0,5 hektar berhasil disemprot secara presisi hanya dalam waktu 10 menit dengan satu kali penerbangan.
Langkah inovatif ini diterapkan pada varietas padi Inpago 12 dan Inpari 42 berumur 74 Hari Setelah Tanam (HST) yang sedang memasuki fase pembungaan krusial, guna memacu proses pengisian malai padi agar menghasilkan bulir yang berbobot.
Tidak hanya efisien dalam pemupukan, areal persawahan ini juga menerapkan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau sistem pengairan basah-kering yang terbukti mampu menghemat penggunaan air secara masif tanpa menurunkan produktivitas tanaman.
Sentuhan modernisasi pertanian terintegrasi ini diperkenalkan secara langsung kepada para penyuluh pertanian di IP2MP Wawotobi, Kabupaten Konawe, sebagai bagian dari kesiapan implementasi program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Melalui inisiatif ini, Kementerian Pertanian berkomitmen menghadirkan solusi konkret di lapangan guna membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim dan efisiensi biaya produksi, di mana program PM-AAS tersebut dijadwalkan akan segera direplikasi pada kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Diharapkan melalui kolaborasi teknologi drone pertanian dan sistem AWD, selain dapat diadopsi secara luas oleh kelompok tani melalui bimbingan para penyuluh, sehingga mampu mengamankan pasokan pangan daerah sekaligus meningkatkan margin keuntungan para petani lokal serta mendukung terwujudnya swasembada berkelanjutan.